Semangat Membara Kepala Desa, BPD, dan Ketua KDMP se-Kecamatan Srono : Gerakkan Ekonomi Kerakyatan dari Desa
Jurnalis Desa
23 Oktober 2025
Srono, 23 Oktober 2025 — Semangat kolaboratif membara dalam kegiatan sosialisasi dan diskusi bersama Kepala Desa, BPD, serta Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se-Kecamatan Srono. Acara yang digelar di Kantor Kecamatan Srono ini dihadiri oleh 10 desa: Bagorejo, Kebaman, Kepundungan, Parijatahkulon, Parijatahwetan, Rejoagung, Sukomaju, Sukonatar, Sumbersari, dan Wonosobo. Pertemuan resmi ini dibuka oleh Camat Srono, Ibu Ir. Tri Wahyu Angembani, dengan dukungan Pendamping Desa Kabupaten Banyuwangi serta tiga Bisnis Asisten dari Kementerian Koperasi RI:• Moh. Bagus Fahmi (pendamping Desa Sukonatar, Kebaman, Kepundungan, Parijatahkulon, dan Parijatahwetan), • Novi Andayaningtyas (pendamping Desa Sumbersari, Bagorejo, Rejoagung, dan Sukomaju),• Arif Cahyono (pendamping Desa Wonosobo). Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, diwarnai diskusi yang sangat interaktif dan produktif. Para kepala desa menyampaikan harapan besar agar KDMP menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.Harapan dari Desa: KDMP Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Subsidi Dalam forum tersebut, para Kepala Desa dan Ketua KDMP sepakat mendorong agar negara hadir dengan regulasi yang lebih kuat untuk mendukung operasional koperasi desa. Salah satu aspirasi utama adalah agar KDMP dapat ditetapkan sebagai Distributor Pupuk Subsidi dan Pangkalan LPG Desa, tanpa pembatasan distribusi hanya 100 tabung per bulan seperti kebijakan yang berlaku saat ini.Mereka menilai, produk-produk subsidi merupakan sektor strategis yang pasarnya sudah pasti, sehingga pengelolaan oleh KDMP akan memperkuat daya tahan ekonomi desa dan mengurangi kebocoran distribusi. Komitmen dan Keberanian dari 10 Kepala DesaKesepuluh kepala desa berkomitmen untuk mendukung penuh operasional KDMP di wilayahnya. Namun, mereka juga menegaskan perlunya jaminan regulasi dan sistem pembiayaan yang aman, agar ketika KDMP mengakses dana dari Himbara, kemampuan bayar koperasi bisa dipastikan tanpa harus mengorbankan dana desa. “Kami mendukung penuh KDMP, tapi negara perlu hadir menjamin regulasi bisnis subsidi agar tidak membebani desa,” ujar salah satu Kepala Desa peserta pertemuan tersebut.Potensi Srono: Dari Gabah Hingga Material Bangunan Beberapa Ketua KDMP juga memaparkan potensi besar yang dimiliki Kecamatan Srono — mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, logistik, hingga produksi material bangunan seperti paving block. Potensi tersebut diyakini dapat dikembangkan menjadi lini bisnis koperasi desa yang berkelanjutan.Salah satu Ketua KDMP bahkan telah membuktikan kemampuan bisnisnya dengan melakukan pembelian gabah petani hingga 200 ton. Ia menyampaikan kesiapannya untuk mengalihkan seluruh kegiatan usahanya menjadi bagian dari KDMP apabila negara memberikan dukungan pendanaan langsung. “Kalau KDMP benar-benar diberi dana oleh negara, kami siap menjalankan bisnis bersama di bawah koperasi agar manfaatnya lebih luas bagi masyarakat desa,” ujarnya dengan penuh semangat.Penutup: Sinergi Nyata dari Desa untuk Negeri Kegiatan ini menegaskan komitmen kuat seluruh elemen pemerintahan desa, BPD, dan KDMP se-Kecamatan Srono dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang berkeadilan. Sinergi antara Pemerintah Daerah, Kementerian Koperasi, dan para pelaku desa diharapkan menjadi tonggak baru lahirnya ekosistem ekonomi berbasis koperasi yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
KDMP Sukonatar